sore tadi aku bertemu dengannya. getaran hebat itu berderu di dadaku. seakan ada badai yang melanda dalam hati yang tenang. mata ini. melihatnya. pria telah lama menggangu pikiranku selama lebih dari setahun. tapi kini aku meihatnya.
aku berjalan menundukan kepalaku. dari bawah penglihatanku. aku mengenal sepatu tali itu. celana panjang hitam. dan jaket coklatnya. aku benar-benar mengenal setelan pria itu. penasaran. seketika aku tolehkan pandanganku melihat wajah pria itu. kami saling bertatapan. kami berdua berdiri kaku tak percaya. kami diam. sejenak kami berpikir. dan saling bertatapan. dia. my ex.
akhirnya situasi tak terduga itu kami pecahkan degan saling memanggil nama. jantungku berdetak sangat kencang. hatiku bagaikan meteor yang jatuh, sangat kencang. aku rasa tubuhku bekompromi. dari awal mataku yang melihat, lalu hatiku ikut berperan. dan juga jantung serta gerakan tubuhku.
rasa ini, perasaan ini tak hilang sedikitpun. canggung. tak tahu harus bicara apa padanya. mulutku kelu dan kaku. aku benar-benar merasa tak nyaman dengan situasi itu. percakapan yang hanya dipenuhi kesalah tingkahanku membuat kesan yang buruk. beberapa kali aku bertanya padanya pertanyaan bodoh, yang akhirnya aku menjawab sendiri pertanyaan itu sendiri. aku benar-benar tampak tolol. gerakan bahasa tubuh lainnya pun tampak canggung dan salah tingkah. semua gerakan tubuhku telah menjelaskan bahwa aku masih menyimpan perasaan itu. sama seperti dulu.
aku benar-benar tolol dan bodoh dihadapannya.
tak usah ditanya. sikap dia padaku? biasa saja. matanya menunjukan sinar yang padam. tak ada lagi rasa cinta yang hidup dalam sorotan matanya. atau bahkan kehangatan dalam tatapannya yang bicara padaku. padahal aku berharap lebih. aku kecewa.
dengan kelakuan dan bahasa tubuhku yang bodoh itu seharusnya ia sudah dapat mengerti, makna reaksiku tadi. dan aku hanya berteriak dalam hati……. teriakan yang sangat kencang……….
lalu pertanyaan kenapa pun bercabang dalam otakku.. kenapa hatiku berdetak sangat kencang saat pertama kali menatapnya? kenapa semua itu membuat aku salah tingkah didepannya? kenapa aku bersikap begitu payah? kenapa aku begitu canggung? kenapa aku tampak lemah dihadapannya? kenapa? kenapa aku bertemu dalam keadaan ku yang seperti ini? kenapa sorotan matanya tak bereaksi seperti reaksiku sorotan mataku saat menatapnya? kenapa aku bodoh yang masih mencintai dan berharap cinta akan kembali? kenapa ia tak meresponku dengan istimewa? kenapa ia membiarkan aku pergi begitu saja sedangkan kita sudah lama sekali tak bertemu? dan beribu pertanyaan kenapa terus berputar dalam pikiranku yang semeraut..
lalu setelah beribu kenapa menggemparkan pikiranku. kini hatiku yang begitu sakit. sakit sekali. setiap kali kuingat kejadian buruk itu. hatiku rasanya bereaksi sangat jahat. jiwaku membantai hatiku. aku lemas.
dan ketika mengingat kembali mata yang dingin dengan tatapannya yang hampa padaku. rasanya aku ingin meremas hatiku yang begitu sakit. ingin sekali aku mengambil hatiku yang sudah terpecah berkeping-keping. dan mengelus lalu berkata semuanya akan baik-baik saja.
aku tak dapat berbuat apa-apa…
aku ingin menangis? untuk apa? untuk pria yang tak lagi mencintaiku?
Tuhan… tubuh ini seketika lumpuh ketika bersikap tolol dihadapannya. kenapa hanya aku yang masih menyimpan persaan ini begitu dalam ini. bagaikan seorang wanita yang mengemis cinta pada seorang pria. aku ingin melupakan semuanya, semua rasa yang kusimpan padanya dan kejadian yang membuatku lumpuh.
biarkan aku merasakan jatuh cinta lagi, Tuhan….
akan aku buktikan padanya. aku bukan wanita lemah yang bodoh mengahadapi cintanya. lalu kubuktikan aku dapat bahagia tanpanya.
akan aku buktikan padanya. kelak jika kami bertemu lagi, aku akan bersikap tenang dan biasa. dengan tatapan biasa dan rasa yang telah hilang sepenuhnya pada sosok dirinya…….
hari ini aku berjalan tanpa nyawa dipagi hari yang cerah. jiwaku sangat lelah mengulangi setiap tempat yang aku lewati, setiap hari untuk pergi ke kampus. aku benar-benar tak siap. teman yang kukenal pun tak kusapa. kualihkan pandanganku ke arah lain, agar temanku tak menangkap sosokku. aku lebih memilih bersembunyi dari keramaian. bersembunyi dalam kesibukan dunia.
aku hanya berharap hari ini. aku menemukan keajaiban dalam hidup.
siang telah menunjukan kehebatanya. sekeras apapun aku bersembunyi dari dunia ini, aku tetap tidak dapat bersembunyi. aku tidak hidup sendiri.

The worst thing is holding on to someone who doesn’t want to be held on to. :(

Walau sekarang kecewa, mungkin Allah punya rencana yang hebat buat aku..
Semua keinginan aku ga harus selalu jadi kenyataan..
Allah ngasih waktu yang tepat buat aku untuk menguraikan semua keinginan aku..
hoping someday my dream will be come true ^_^